Senin, 03 Februari 2014



KUE TART = MARTABAK SPECIAL
Aaaaaaaaarrrrgggghhh ……. !!!

Today, Thursday November 28 2013.
Aku sangat bahagia.Kenapa ? Karena hari ini adalah hari ulang tahunku.Dimana umurku sudah semakin bertambah tua.Heheee
Waktu itu malam kamis tepatnya 9.30 pm.Aku udah moo tidur tapi sohibku fitri menelponku.
“Halo.Ada Ammi di situ kah ?” tanya Fitri kepadaku.
“Kesitu mi dari tadi sore nah ! Jawabku dengan setengah panik.
“Haaaa ?? Kesini mi ?? Belum ada sampai di kostku.Kenapa ko je ndag antar i balik ke kostnya ?” Timpal Fitri dengan nada agak kesal.
“Aaah bisanya itu belum sampai ke kostmu nah dari tadi sore ke situ.”Jawabku
“Astaga,, serius K ndag ada pi.Padahal na janji K mo bantui  kerja quisionerku.Aii,, bagaimana mi itu padahal besok harus Acc ?? Aaaa … Riang bantu K ee. Na marah ii K pak Leo besok.”
“Hmmm ,, tumbennya Ammi begitu.Ndag kenapa-kenapa jii kh itu ?Hmmm ,, saa telpon dulu K’ Hikmah paenk.” (K’ Hikmah adalah teman kosnya Ammi sekaligus mantan teman satu kosqu juga )
“Ok.”
Aku pun memencet tombol hpku dan mencari kontak namanya Kak Hikmah.Lalu kuhubungi nomornya.
“Sorry, the number your call is not use.”(operator voice)
“Hmm,, dia sudah tidak menggunakan nomor 3 nya.”gumamku
Ku coba untuk menghubungi lagi nomor Asnya.
Terdengar bunyi operator lagi, “The number your calling is no active please wait again and few minutes.”
“Hmm,, gag aktif juga.”
Nomor terakhir yang aku hubungi adalah nomor Xlnya.Mudah-mudahan aktif.
Tuuuuuutt …. Tuuuuuuttttt ….
“Halo.Assalamu alaikum.Kita Kak Hikmah ?” ucapku.
“Iye.Kenapa ki ?” Jawab K’Hikmah dengan lembut.
“Ada Ammi di situ Kak’ ?” tanyaku.
“Ada ji tadi sebentar. Ke Terong ii kayaknya  karena ada tadi telponnya tantenya.Kenapa ii kah ?” jawab Kak Hikmah dengan agak curiga.
(Hmmmm ,, aneh gag biasanya itu anak bertingkah demikian.Ada apa ya ? Pikirku )
“Halo.haloo .. Riang.”
“Oh,, iye..Ya sudah padeng dulu Kak .Assalamu alaikum.
Aku pun menutup telpon.
“Hmmm ,, aneh.Ada apa ya ?” pikirku.
Aku pun mengirim sms ke Fitri.
“Fit, ke Terong ii bede Ammi na bilang Kak Hikmah.”
Fitri pun menelpon kembali.
“Halo.Saa jemput kii paeng nah.” Ucap Fitri
“Iya paenk.” Jawabku
10 Menit kemudian terdengar suara motor  di depan kostku. Hpku berdering .
Fitri incoming call.Lalu kujawab telponnya.
“Kita di depan ?” tanyaku.
“Iye.”
“Tunggu ma paenk.”
Aku pun langsung mengambil tasku yang berisi laptop dan selimut lalu mengunci kamarku.
“Ini motornya pacar barumu ?” Tanyaku.
“Iya.”Jawab Fitri dengan tersenyum.
“Hmm ,, ndag pernah sa liat sebelumnya.”Jawabku
Dalam perjalanan Fitri pun membuka percakapan.
“Aiiisss,, jengkelku sama Ammi .Masa pergi ndag bilang-bilang.Baru na janji K Poeeng.Huuft ,, tumbennya itu anak begitu.”gerutu Fitri
“Hmmm ,, mungkin ada sesuatu yang penting makanya langsung ii ke Terong ndag bilang-bilang n lobet memang  hpnya itu.”
“Ah tidak tau deh.Singgah kii dulu di kosnya pergi kii bilangi Kak Hikmah kalo ada mi Ammi datang supaya langsung na suruh ke kostku.”
“Gag usah mii Fit.Bisanya itu mo balik ke kostnya.Jam berapa mi ini ee.”
“Iya paenk.”
(Aku pun mulai berimajinasi andaikan besok pagi Ammi ndag ke kampus.Maka aku dan Fitri harus menyusul ke Terong untuk mengetahui keberadaan Ammi.Dan jika Ammi tidak ada di Terong, dan om dan tantenya mengatakan bahwa Ammi tidak pernah ke sana.Dan pastinya mereka akan bertanya balik.Ada apa ? Maka, saya tidak akan mengatakan apa-apa dulu sampai tahu kebenarannya dan alasan menanyakan Ammi Cuma untuk berbasa-basi siapa tahu Ammi singgah di sana karena kebetulan kami dari Pasar remang-remang alias pasar Terong. Dan setelah itu go to Hospital.Jalan terakhir yang ditempuh karena kami tidak tahu siapa tahu dia kenapa-kenapa di jalan dan masuk Rumah sakit)
Ahhh khayalanku terlalu tinggi dan berandai-andai.Aku segera membuang jauh-jauh pemikiran itu.
Kami pun tiba di kosnya Fitri.
Aku melihat kedua sepupunya Fitri , Rawi dan Kurni.Seperti baru pulang dari jalan-jalan.Aku pun langsung menegur mereka.
“Ciee tawwa yang dari jalan-jalan.”tegurku
“Mana ada orang dari jalan-jalan ? Orang baru moo keluar acara jam 12.” jawab Fitri.
“Acara jam 12 malam ????Acara apa mi itu ??”Tanyaku dengan heran.
“Acara kuburan Kak.”Jawab Kurnia
“Acara Kuburan ??” sahutku dengan penuh keheranan.
“Iye, acara kuburan K’.Acaranya jam 12 malam.” Jawab Rawi sambil tertawa dan mencoba berbagai macam baju.
“Aneh.”sahutku.
Karena masih penasaran, aku pun bertanya dengan serius kepada Fitri.
“Mo kemana itu anak-anak kah ?” tanyaku.
“Menurutmu ??” Fitri balik bertanya.
“Dugem.Masa pergi dugem ?? Unbelieveable.” Jawabku dengan suara yang hampir tidak kedengaran.
Setelah agak lama berpikir aku pun langsung bisa menebak acara tersebut.
“Oooooo ,,, acara Ulang Tahun. Siapa ulang tahun kah ?” seruku
“Pacarnya.” Jawab Fitri.
“Astaga ultahku juga sebentar.Tanggal 28.” Seruku dengan bahagia
Dengan wajah keheranan dan seperti orang kaget, ”Haaaaaa ??? Ultahmuu sebentar kah ?” Fitri pun balik bertanya.
Raut wajahku dari gembira menjadi cemberut.
“Biiii… iyoooo Fitrii.Masa ndag nu ingat kii tanggal ultahku ?? jawabku dengan cemberut.
“Astagaaaaa … iyoo kah ?? Serius koo eee ?? Ku lupai saa ituu …
“Hmmm ,, jahatmu.” Dengan Wajah sedikit kesal. K
“Sorry ,, ku lupai.Ndag bilang-bilang koo jee tanggal ultahmu.
 Masa ultahnya sohibnya sendiri dilupa.Perasaan mauu mojjo mulai datang.Rasanya aku menyesal datang di kosnya Fitri.Rasanya pengen segera berlari pulang ke kostku sambil menangis karena sakit hati kepada sohibku klo dia lupa akan ultahku kata batinku. (Lebayyyy deh ………. :D )
Aku pun keluar dari kamar tapi berhenti didepan pintu karena melihat Ammi datang.
“Itu Ammi e datang mi.” Ujarku kepada Fitri.
“Mana ii .. ??” sahut Fitri
“Marah ii ,, marah iii,, marah ii memang mii Ammi, Fitri.Pergi ndag bilang-bilang.”jawabku sambil menghasut.
“Iyoo,, mentong ini ee.Dari mana koo ?? Kenapa pergi ndag bilang-bilang ?sahut Fitri dengan tersenyum. ( Akting Fitri sangat buruk.Maap Fitri :D)
Ammi pun langsung berjalan ke arah Fitri,,
” Fit, sorry.Buru-buru sekali ma tadi.Jadi ndag sempat K sms ko bilang mo K ke Terong, lagian langsung lobet juga tadi hpku.”
“Fit,, marah ki kah ?Sorry Fitri.”ujar Ammi dengan penuh penyesalan.
Untuk menenangkan keadaan aku pun langsung menyahut, “ahh ndag ji itu .. !! Kerja mi itu quosioner.Itu jii na jengkel sama kau karena mu janji bantu i kerja quisioner.Sempat lalo ko tadii sa cap PHP ke-2.”
“Ndag sempat ja jadi PHP nah, tapi hampir … ujar Ammi tersenyum. :D
“Wii lapar K’. Beli gorengan duluu ee.”Ujar Ammi lagi untuk mengalihkan pembicaraan.
“Sini uang ta’ pergi K beli gorengan.”Pinta Kurnia
“Astagaa ….. Ammi ultahnya padeng Riang sebentar jam 12.” Ujar Fitri ke Rahmi ( Skefo bede, bikin sakit dengarnya.Huuuuufffttt)
“Ah, iyo kah? Masa? Iyo Riang ultahmu sebentar?.” Tanya Ammi seakan tidak mempercayai pendengarannya.(Amnesia betulan pii ko baru tau rasa.Hehheeee … just kidding )
“Hmmmmmm ,,, “ sahutku sambil mendengus.Jengkel sekali K kurasa(seakan tanduk dikepalaku sudah mau berdiri)
“Astaga Riang sorry dilupa.Hmmmm ,,,, sebagai gantinya dibelikan mii koo saja martabak deh.Nah .. nah … nahh …bujuk Ammi.
“Haaaa … ??? Martabak ??? “sahutku.
“Iya.Kenapa i ??”Tanya Ammi.
Aku Cuma melirik ke Ammi.Lirikan mata berkilat-kilat yang bagaikan berisi api yang membara dan tiba-tiba hujan deras (Maksudnya marah sekali mii n mau menangis juga.Hahaaaa … )
“Sini padeng pergi K beli martabak.”Ujar Fitri
“Terwujud sudah …..
Terbayang dibenakku (Martabak adalah pengganti kue tart coklat  yang manis yang mana tertuliskan “Happy birthday Riang”dan dihiasi oleh lilin dipinggir kue.Wuuuaaah serunyaa … Tapi  kali ini tidak yang ada adalah “martabak + lilin ditengah + sorakan nyanyian ultah” )
Tak lama kemudian Fitri pun datang dengan tahu isi, pisang molen dan tak lupa Martabak special untukku.
“Aaaaaaaaaaaaaarrrrrrrgggggggggggghhhhhhhhhh ,,,,, ,,,, martabak special untukku bukan kue tart.”
“Hmmmmmmmmmmmm,,, masa martabak ? Jahatmu berdua, ko lupai ultahku.Kecewa K sama kau berdua.”Ujarku sudah hampir menangis
“Iiiiiiiiiih Ammi toh, kenapa bisa kau lupai ultahnya Riang ? Padahal dia itu toh yang paling ingat kalo ada ultahnya sohibnya.”Ujar Fitri (Tambah sakit hati K dengar ii )
“Astaga ndag ada sekali mi uangku Riang.Tinggal 7 ribu maa mii.Mana cukup beli kue tart.”
“Na tidak ada juga uang ta Riang tanggal tua ini.Masa rela ko liat ii pinjam uang Cuma demi belikan ko kue tart ? Jahatmu ? Egois ko ?Sahut Ammi dengan jengkel
“Lah yang jahat itu siapa ? Saya ato kalian ? ujarku dengan gigi yang gemerutuk kesal (Andaikan aku punya tanduk, mungkin udah keluar.Hahahaaaa … )
“Eddddddddd ,,, masa gara-gara ndag dibelikan ko kue tart marah ko sama kita ??Sudah mi deh,, yang penting masih ada ji martabak pengganti kue tart.”Ujar Fitri
“Riang,, Jangan diliat dari sisi ekonomisnya tapi liat dari sisi seberapa ikhlas orang itu memberi.”Ujar Ammi sok bijaksana sekali
“Bukan kue tart masalahnya.Tapiii … kau lupai ultahku belaaa ….” (Rasanya bendungan yang ada di pelupuk mataku sudah hampir jebol.Waaaalaaaah ,, lebay )
“Sudah miii ,,, lapar ma.Spesial untuk yang ultah dia yang pertama ambil potongan martabak.” Sahut Fitri sambil tersenyum jahat.
Dengan dongkol aku pun mengambilnya dan memakannya dengan lahap sebagai pelampiasan sakit hati.Martabaknya pun habis dilahap oleh tiga mulut yang kelaparan.
“Ayo mii kerja quisioner.” ajak Ammi
“Ayo.”Fitri pun segera mengambil peralatan menulis
Tapi aku mengambil laptop yang ada dalam tasku.Aku lebih suka bermain game perang ketimbang diskusi mengerjakan quisioner itu.Bukan karena malas diskusi, tapi mood yang lagi gag mendukung.Yaaaah ,, wajar.Aku sedang  dalam suasana ngambek alias mojjo’ alias peccu.
Dalam diskusi itu aku Cuma menjawab iya dan tidak,
Setelah agak lama berdiskusi mengenai quisioner itu.Ammi pun kembali menyindir, astaga Riang tooh ndag ikhlas bantu ki’.
“Maklum, lagi mojjo.Mojjo ii karena ndag dibelikan kue tart.” Fitri pun tambah menyulut api sindiran
Batinku berkata,” ahh ,, whatever.”
“ Lagi sibuk K main game ntar pi saa bantu koo.”(Alasan orang mojjo.Hahahaaaaa )
“ Hmmmm ,,, ke toilet K dulu.” Kata Fitri
Saking asyiknya main game.Aku pun tidak mendengar kalo ada orang yang menyanyikan lagu ulang tahun sambil berjalan kearah kamar.
“Happy birthday to you, happy birthday to you.”
Aku mengira kalo itu adalah suara Kurnia ato Rawi yang lagi iseng menyanyikan lagu ultah untuk pacarnya yang berpapasan dengan ultahku.Setelah agak lama, aku pun mulai sadar kalo itu bukan suara Rawi atau pun Kurnia.
“Tadaaaaaaaaaa ,,, happy birthday Riang.” Ujar Amma
“Ahhhh sialan.Koo kerjain K bertiga di’.Dasar Rese’ …. Ujarku mengumpat sambil tersenyum
“Hhahahahaaa ,,,, hampir menangis Riang di kasih martabak”.Ujar Fitri menggoda
“Ada saya kadoku.”Ujar Egi.
“Ayooo di  ruang tamu kii.Kotor nanti disini.”Ujar Fitri sok peduli dengan kebersihan
Aku sudah bisa tersenyum lebar sekarang.hahaaaaaaaaaaa …………..
Lagu selamat ulang tahun pun terdengar bersenandung di ruangan yang berukuran kurang lebih 4X4 m itu.
“Ayo tiup lilinnya berempat kii.”ajakku
“Ada tadi orang hampir menangis gara-gara martabak sebagai pengganti kue tartnya.”Ujar Fitri rese’
“Wiiii iyoo ,,ada tadi orang hampir menangis.Siapa itukah ?”sahutku pura-pura Amnesia. (Mungkin klo mau na komentari Ammi ini bacaan bakalan dibalikin kata-kataku Amnesia betulan pii ko baru tau rasa.Hahaaaaa )
“Hmmmmmmmmmm ,,,, Ammi pun berdehem.
“Ndag serunya ndag ada acara colek-colek.”Ujar Fitri sambil mengambil butter cream n langsung mencolek wajahku dengan butter cream.
Tak lama kemudian semua personil bergerak mengambil butter cream.Suasana diruangan itu pun gaduh sambil berlarian berburu satu sama lain untuk saling mencolek wajah dengan butter.

~END ~
I’m so happy because my best friend is never forget me & they always there for me.
Thanks u so much ……….
photo1586.jpg
photo1582.jpgphoto1585.jpgphoto1588.jpgphoto1593.jpgphoto1584.jpgphoto1581.jpg

photo1595.jpgphoto1587.jpgphoto1594.jpgphoto1589.jpgphoto1596.jpg
photo1592.jpg





photo1590.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar