KUE TART = MARTABAK SPECIAL
Aaaaaaaaarrrrgggghhh ……. !!!
Today, Thursday November 28
2013.
Aku sangat bahagia.Kenapa ? Karena hari ini adalah hari ulang
tahunku.Dimana umurku sudah semakin bertambah tua.Heheee
Waktu itu malam kamis tepatnya 9.30 pm.Aku udah moo tidur tapi
sohibku fitri menelponku.
“Halo.Ada Ammi di situ
kah ?” tanya Fitri kepadaku.
“Kesitu mi dari tadi
sore nah ! Jawabku dengan setengah panik.
“Haaaa ?? Kesini mi ??
Belum ada sampai di kostku.Kenapa ko je ndag antar i balik ke kostnya ?” Timpal
Fitri dengan nada agak kesal.
“Aaah bisanya itu belum
sampai ke kostmu nah dari tadi sore ke situ.”Jawabku
“Astaga,, serius K ndag
ada pi.Padahal na janji K mo bantui kerja quisionerku.Aii,, bagaimana mi itu
padahal besok harus Acc ?? Aaaa … Riang bantu K ee. Na marah ii K pak Leo
besok.”
“Hmmm ,, tumbennya Ammi
begitu.Ndag kenapa-kenapa jii kh itu ?Hmmm ,, saa telpon dulu K’ Hikmah paenk.”
(K’ Hikmah adalah teman kosnya Ammi sekaligus mantan teman satu
kosqu juga )
“Ok.”
Aku pun memencet tombol hpku dan mencari kontak namanya Kak Hikmah.Lalu
kuhubungi nomornya.
“Sorry, the number your call is not use.”(operator voice)
“Sorry, the number your call is not use.”(operator voice)
“Hmm,, dia sudah tidak
menggunakan nomor 3 nya.”gumamku
Ku coba untuk menghubungi lagi nomor Asnya.
Terdengar bunyi operator lagi, “The
number your calling is no active please wait again and few minutes.”
“Hmm,, gag aktif juga.”
Nomor terakhir yang aku hubungi adalah nomor Xlnya.Mudah-mudahan
aktif.
Tuuuuuutt …. Tuuuuuuttttt ….
“Halo.Assalamu alaikum.Kita Kak Hikmah
?” ucapku.
“Iye.Kenapa ki ?” Jawab
K’Hikmah dengan lembut.
“Ada Ammi di situ Kak’ ?”
tanyaku.
“Ada ji tadi sebentar. Ke Terong
ii kayaknya karena ada tadi telponnya
tantenya.Kenapa ii kah ?” jawab Kak Hikmah dengan agak curiga.
(Hmmmm ,, aneh gag biasanya itu
anak bertingkah demikian.Ada apa ya ? Pikirku )
“Halo.haloo .. Riang.”
“Oh,, iye..Ya sudah padeng dulu
Kak .Assalamu alaikum.
Aku pun menutup telpon.
“Hmmm ,, aneh.Ada apa ya ?” pikirku.
Aku pun mengirim sms ke Fitri.
“Fit, ke Terong ii bede Ammi na
bilang Kak Hikmah.”
Fitri pun menelpon kembali.
“Halo.Saa jemput kii paeng nah.”
Ucap Fitri
“Iya paenk.” Jawabku
10 Menit kemudian terdengar suara motor di depan kostku. Hpku berdering .
Fitri incoming call.Lalu
kujawab telponnya.
“Kita di depan ?” tanyaku.
“Iye.”
“Tunggu ma paenk.”
Aku pun langsung mengambil tasku yang berisi laptop dan selimut lalu
mengunci kamarku.
“Ini motornya pacar barumu ?” Tanyaku.
“Iya.”Jawab Fitri dengan
tersenyum.
“Hmm ,, ndag pernah sa liat
sebelumnya.”Jawabku
Dalam perjalanan Fitri pun membuka percakapan.
“Aiiisss,, jengkelku sama Ammi
.Masa pergi ndag bilang-bilang.Baru na janji K Poeeng.Huuft ,, tumbennya itu
anak begitu.”gerutu Fitri
“Hmmm ,, mungkin ada sesuatu
yang penting makanya langsung ii ke Terong ndag bilang-bilang n lobet
memang hpnya itu.”
“Ah tidak tau deh.Singgah kii
dulu di kosnya pergi kii bilangi Kak Hikmah kalo ada mi Ammi datang supaya
langsung na suruh ke kostku.”
“Gag usah mii Fit.Bisanya itu mo
balik ke kostnya.Jam berapa mi ini ee.”
“Iya paenk.”
(Aku pun mulai berimajinasi andaikan besok pagi Ammi ndag ke
kampus.Maka aku dan Fitri harus menyusul ke Terong untuk mengetahui keberadaan
Ammi.Dan jika Ammi tidak ada di Terong, dan om dan tantenya mengatakan bahwa
Ammi tidak pernah ke sana.Dan pastinya mereka akan bertanya balik.Ada apa ? Maka,
saya tidak akan mengatakan apa-apa dulu sampai tahu kebenarannya dan alasan
menanyakan Ammi Cuma untuk berbasa-basi siapa tahu Ammi singgah di sana karena
kebetulan kami dari Pasar remang-remang alias pasar Terong. Dan setelah itu go to Hospital.Jalan terakhir yang
ditempuh karena kami tidak tahu siapa tahu dia kenapa-kenapa di jalan dan masuk
Rumah sakit)
Ahhh khayalanku terlalu tinggi dan berandai-andai.Aku segera membuang
jauh-jauh pemikiran itu.
Kami pun tiba di kosnya Fitri.
Aku melihat kedua sepupunya Fitri , Rawi dan Kurni.Seperti baru pulang
dari jalan-jalan.Aku pun langsung menegur mereka.
“Ciee tawwa yang dari
jalan-jalan.”tegurku
“Mana ada orang dari jalan-jalan
? Orang baru moo keluar acara jam 12.” jawab Fitri.
“Acara jam 12 malam ????Acara
apa mi itu ??”Tanyaku dengan heran.
“Acara kuburan Kak.”Jawab Kurnia
“Acara Kuburan ??” sahutku
dengan penuh keheranan.
“Iye, acara kuburan K’.Acaranya
jam 12 malam.” Jawab Rawi sambil tertawa dan mencoba berbagai macam baju.
“Aneh.”sahutku.
Karena masih penasaran, aku pun bertanya dengan serius kepada Fitri.
“Mo kemana itu anak-anak kah ?” tanyaku.
“Menurutmu ??” Fitri balik
bertanya.
“Dugem.Masa pergi dugem ??
Unbelieveable.” Jawabku dengan suara yang hampir tidak kedengaran.
Setelah agak lama berpikir aku pun langsung bisa menebak acara
tersebut.
“Oooooo ,,, acara Ulang Tahun.
Siapa ulang tahun kah ?” seruku
“Pacarnya.” Jawab Fitri.
“Astaga ultahku juga sebentar.Tanggal
28.” Seruku dengan bahagia
Dengan wajah keheranan dan seperti orang kaget, ”Haaaaaa ??? Ultahmuu sebentar kah ?” Fitri pun balik bertanya.
Raut wajahku dari gembira menjadi cemberut.
“Biiii… iyoooo Fitrii.Masa ndag
nu ingat kii tanggal ultahku ?? jawabku dengan cemberut.
“Astagaaaaa … iyoo kah ?? Serius
koo eee ?? Ku lupai saa ituu …
“Hmmm ,, jahatmu.” Dengan Wajah
sedikit kesal. K
“Sorry ,, ku lupai.Ndag
bilang-bilang koo jee tanggal ultahmu.
Masa ultahnya sohibnya sendiri
dilupa.Perasaan mauu mojjo mulai datang.Rasanya aku menyesal datang di kosnya
Fitri.Rasanya pengen segera berlari pulang ke kostku sambil menangis karena
sakit hati kepada sohibku klo dia lupa akan ultahku kata batinku. (Lebayyyy deh
………. :D )
Aku pun keluar dari kamar tapi berhenti didepan pintu karena melihat
Ammi datang.
“Itu Ammi e datang mi.” Ujarku
kepada Fitri.
“Mana ii .. ??” sahut Fitri
“Marah ii ,, marah iii,, marah
ii memang mii Ammi, Fitri.Pergi ndag bilang-bilang.”jawabku sambil
menghasut.
“Iyoo,, mentong ini ee.Dari mana
koo ?? Kenapa pergi ndag bilang-bilang ?sahut Fitri dengan tersenyum. (
Akting Fitri sangat buruk.Maap Fitri :D)
Ammi pun langsung berjalan ke arah Fitri,,
” Fit, sorry.Buru-buru sekali ma
tadi.Jadi ndag sempat K sms ko bilang mo K ke Terong, lagian langsung lobet
juga tadi hpku.”
“Fit,, marah ki kah ?Sorry
Fitri.”ujar Ammi dengan penuh penyesalan.
Untuk menenangkan keadaan aku pun langsung menyahut, “ahh ndag ji itu .. !! Kerja mi itu
quosioner.Itu jii na jengkel sama kau karena mu janji bantu i kerja
quisioner.Sempat lalo ko tadii sa cap PHP ke-2.”
“Ndag sempat ja jadi PHP nah,
tapi hampir … ujar Ammi tersenyum. :D
“Wii lapar K’. Beli gorengan
duluu ee.”Ujar Ammi lagi untuk mengalihkan pembicaraan.
“Sini uang ta’ pergi K beli
gorengan.”Pinta Kurnia
“Astagaa ….. Ammi ultahnya padeng
Riang sebentar jam 12.” Ujar Fitri ke Rahmi ( Skefo bede, bikin sakit
dengarnya.Huuuuufffttt)
“Ah, iyo kah? Masa? Iyo Riang ultahmu sebentar?.” Tanya Ammi seakan tidak mempercayai pendengarannya.(Amnesia betulan pii ko baru tau rasa.Hehheeee … just kidding )
“Ah, iyo kah? Masa? Iyo Riang ultahmu sebentar?.” Tanya Ammi seakan tidak mempercayai pendengarannya.(Amnesia betulan pii ko baru tau rasa.Hehheeee … just kidding )
“Hmmmmmm ,,, “ sahutku
sambil mendengus.Jengkel sekali K kurasa(seakan tanduk dikepalaku sudah mau
berdiri)
“Astaga Riang sorry dilupa.Hmmmm
,,,, sebagai gantinya dibelikan mii koo saja martabak deh.Nah .. nah … nahh
…bujuk Ammi.
“Haaaa … ??? Martabak ??? “sahutku.
“Iya.Kenapa i ??”Tanya Ammi.
Aku Cuma melirik ke Ammi.Lirikan mata berkilat-kilat yang bagaikan
berisi api yang membara dan tiba-tiba hujan deras (Maksudnya marah sekali mii n
mau menangis juga.Hahaaaa … )
“Sini padeng pergi K beli martabak.”Ujar
Fitri
“Terwujud sudah …..
Terbayang dibenakku (Martabak
adalah pengganti kue tart coklat yang
manis yang mana tertuliskan “Happy birthday Riang”dan dihiasi oleh lilin
dipinggir kue.Wuuuaaah serunyaa … Tapi
kali ini tidak yang ada adalah “martabak + lilin ditengah + sorakan
nyanyian ultah” )
Tak lama kemudian Fitri pun datang dengan tahu isi, pisang molen dan
tak lupa Martabak special untukku.
“Aaaaaaaaaaaaaarrrrrrrgggggggggggghhhhhhhhhh
,,,,, ,,,, martabak special untukku bukan kue tart.”
“Hmmmmmmmmmmmm,,, masa martabak
? Jahatmu berdua, ko lupai ultahku.Kecewa K sama kau berdua.”Ujarku sudah
hampir menangis
“Iiiiiiiiiih Ammi toh, kenapa
bisa kau lupai ultahnya Riang ? Padahal dia itu toh yang paling ingat kalo ada
ultahnya sohibnya.”Ujar Fitri (Tambah sakit hati K dengar ii )
“Astaga ndag ada sekali mi
uangku Riang.Tinggal 7 ribu maa mii.Mana cukup beli kue tart.”
“Na tidak ada juga uang ta Riang
tanggal tua ini.Masa rela ko liat ii pinjam uang Cuma demi belikan ko kue tart
? Jahatmu ? Egois ko ?Sahut Ammi dengan jengkel
“Lah yang jahat itu siapa ? Saya
ato kalian ? ujarku dengan gigi yang gemerutuk kesal (Andaikan aku punya
tanduk, mungkin udah keluar.Hahahaaaa … )
“Eddddddddd ,,, masa gara-gara
ndag dibelikan ko kue tart marah ko sama kita ??Sudah mi deh,, yang penting
masih ada ji martabak pengganti kue tart.”Ujar Fitri
“Riang,, Jangan diliat dari sisi
ekonomisnya tapi liat dari sisi seberapa ikhlas orang itu memberi.”Ujar
Ammi sok bijaksana sekali
“Bukan kue tart
masalahnya.Tapiii … kau lupai ultahku belaaa ….” (Rasanya bendungan yang
ada di pelupuk mataku sudah hampir jebol.Waaaalaaaah ,, lebay )
“Sudah miii ,,, lapar ma.Spesial
untuk yang ultah dia yang pertama ambil potongan martabak.” Sahut Fitri
sambil tersenyum jahat.
Dengan dongkol aku pun mengambilnya dan memakannya dengan lahap
sebagai pelampiasan sakit hati.Martabaknya pun habis dilahap oleh tiga mulut
yang kelaparan.
“Ayo mii kerja quisioner.” ajak
Ammi
“Ayo.”Fitri pun segera
mengambil peralatan menulis
Tapi aku mengambil laptop yang ada dalam tasku.Aku lebih suka bermain
game perang ketimbang diskusi mengerjakan quisioner itu.Bukan karena malas
diskusi, tapi mood yang lagi gag mendukung.Yaaaah ,, wajar.Aku sedang dalam suasana ngambek alias mojjo’ alias peccu.
Dalam diskusi itu aku Cuma menjawab iya dan tidak,
Setelah agak lama berdiskusi mengenai quisioner itu.Ammi pun kembali
menyindir, astaga Riang tooh ndag ikhlas
bantu ki’.
“Maklum, lagi mojjo.Mojjo ii
karena ndag dibelikan kue tart.” Fitri pun tambah menyulut api sindiran
Batinku berkata,” ahh ,,
whatever.”
“ Lagi sibuk K main game ntar pi
saa bantu koo.”(Alasan orang mojjo.Hahahaaaaa )
“ Hmmmm ,,, ke toilet K dulu.”
Kata Fitri
Saking asyiknya main game.Aku pun tidak mendengar kalo ada orang yang
menyanyikan lagu ulang tahun sambil berjalan kearah kamar.
“Happy birthday to you, happy
birthday to you.”
Aku mengira kalo itu adalah suara Kurnia ato Rawi yang lagi iseng
menyanyikan lagu ultah untuk pacarnya yang berpapasan dengan ultahku.Setelah
agak lama, aku pun mulai sadar kalo itu bukan suara Rawi atau pun Kurnia.
“Tadaaaaaaaaaa ,,, happy
birthday Riang.” Ujar Amma
“Ahhhh sialan.Koo kerjain K
bertiga di’.Dasar Rese’ …. Ujarku mengumpat sambil tersenyum
“Hhahahahaaa ,,,, hampir
menangis Riang di kasih martabak”.Ujar Fitri menggoda
“Ada saya kadoku.”Ujar Egi.
“Ayooo di ruang tamu kii.Kotor nanti disini.”Ujar
Fitri sok peduli dengan kebersihan
Aku sudah bisa tersenyum lebar
sekarang.hahaaaaaaaaaaa …………..
Lagu selamat ulang tahun pun terdengar bersenandung di ruangan yang
berukuran kurang lebih 4X4 m itu.
“Ayo tiup lilinnya berempat
kii.”ajakku
“Ada tadi orang hampir menangis
gara-gara martabak sebagai pengganti kue tartnya.”Ujar Fitri rese’
“Wiiii iyoo ,,ada tadi orang
hampir menangis.Siapa itukah ?”sahutku pura-pura Amnesia. (Mungkin klo mau
na komentari Ammi ini bacaan bakalan dibalikin kata-kataku Amnesia betulan pii ko baru tau rasa.Hahaaaaa )
“Hmmmmmmmmmm ,,,, Ammi pun
berdehem.
“Ndag serunya ndag ada acara
colek-colek.”Ujar Fitri sambil mengambil butter cream n langsung mencolek
wajahku dengan butter cream.
Tak lama kemudian semua personil bergerak mengambil butter
cream.Suasana diruangan itu pun gaduh sambil berlarian berburu satu sama lain
untuk saling mencolek wajah dengan butter.
~END ~
I’m so happy because my best friend
is never forget me & they always there for me.
Thanks u so much ……….














Tidak ada komentar:
Posting Komentar